Jumat, 17 Juni 2016

Jadwal hujan meteor sepanjang 2016

4 Januari –  Hujan Meteor Quadrantid

Mari mulai tahun 2016 dengan menyaksikan peristiwa kembang api di langit malam. Bukan sekedar kembang api yang biasa dan tidak mirip juga. Tapi ini adalah lintasan meteor Quadrantid yang sudah berlangsung sejak tgl 28 Desember dan akan berakhir tanggal 12 Januari. Puncaknya tanggal 4 Januari 2016 pukul 15:00 WIB dan bisa disaksikan datang dari rasi Bootes. Meskipun puncak hujan meteor Quadrantid berlangsung sore hari, para pengamat masih bisa menikmatinya saat malam saat rasi Bootes tampak di langit malam. Pengamatan puncak bisa dilakukan tanggal 4 atau 5 Januari dini hari kala rasi Bootes terbit pukul 3 dini hari sampai sebelum fajar.
22 April – Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April. Akan tetapi, hujan meteor yang akan tampak datang dari rasi Lyra ini akan sulit diamati mengingat Bulan sedang fase Purnama dan terang sepanjang malam. Meskipun demikian, kamu masih bisa mencari lokasi yang minim polusi cahaya untuk menanti kehadiran meteor ini. Pengamatan bisa dilakukan dari tengah malam sampai sebelum fajar setelah rasi Lyra terbit jam 10 malam.
6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarid
Dimulai tanggal 19 Maret – 28 April, hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Langit yang tanpa Bulan karena Bulan dalam fase Bulan Baru menjadikannya waktu yang tepat untuk menikmati hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak dari rasi Aquarius tersebut. Pengamatan bisa dilakukan setelah rasi Aquarius terbit tengah malam sampai jelang fajar. Tidak akan ada Bulan yang menjadi sumber cahaya di langit malam.
30 Juli – Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid dimulai tanggal 12 Juli- 23 Agustus dan mencapai puncak dengan lintasan 16 meteor per jam pada tanggal 30 Juli. Hujan meteor yang akan tampak dari rasi Aquarius ini berasal dari sisa debu komet Marsden and Kracht. Rasi Aquarius akan terbit jam 8 malam, dan pengamatan bisa dilakukan sampai jelang fajar.
12 Agustus – Hujan Meteor Perseid
Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Bulan yang sedang cembung besar menjadi polusi cahaya bagi langit. Tapi pengamatan bisa dilakukan sejak tengah malam setelah rasi Perseus terbit. Bulan terbenam jelang tengah malam. Karena itu pengamatan sebaiknya dilakukan setelah Bulan terbenam untuk memperoleh kondisi yang terbaik.
8 Oktober – Hujan Meteor Draconid
Hujan meteor minor yang tampak datangd ari rasi draco ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 10 Oktober. Puncaknya tanggal 8 Oktober dengan laju 10 meteor per jam. Hujan meteor Draconid ini berasal dari sisa debu komet 21P Giacobini-Zinner. Bisa dinikmati setelah Matahari terbenam sampai rasi Draco terbenam jam 9 malam.  Bulan masih cukup terang di langit malam.
21 Oktober – Hujan Meteor Orionid
Oktober, saatnya menikmati lintasan debu komet Halley di langit malam. Hujan meteor Orionid ini akan tampak datang dari rasi pembajak sawah atau rasi Waluku atau rasi Orion si pemburu. Hujan meteor Orionid bisa mulai dinikmati dari tanggal 2 Oktober – 7 November. Puncaknya tanggal 21 Oktober akan menghadirkan 15-20 meteor setiap jamnya di langit malam. Bulan sedang dalam fase cembung besar dan terbit jam 11 malam. Rasi Orion sendiri terbit jam 10 malam, dan keberadaan Bulan yang cukup terang menjadi polusi cahaya bagi pengamat. Karena itu carilah lokasi yang minim polusi cahaya lampu kota untuk meminimalisir gangguan cahaya saat berburu hujan meteor.
5 November – Hujan Meteor Taurid Selatan
Hujan meteor minor ini memang hanya menghasilkan 5 -10 meteor di malam puncaknya, Hujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke.  Hujan meteor yang tampak dari rasi taurus ini akan berlangsung dari tanggal 7 September – 10 Desember dengan puncak untuk tanggal 5 Desember. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam, dan Bulan sedang fase sabit dan terbenam jam 09.22 wib. Karena itu cahaya Bulan tidak akan menjadi masalah.
12 November – Hujan Meteor Taurid Utara
Hujan meteor Taurid Utara juga tampak datang dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 12 Oktober – 2 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dnegan 7 meteor per jam. Kombinasi Hujan meteor Taurid Utara dan Selatan memberikan tontonan menarik bagi para pengamat langit malam. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam. Bulan dalam fase cembung besar dan baru terbenam jam 3 dini hari. Untuk itu jika ingin tidak ada gangguan cahaya Bulan, pengamatan bisa dilakukan setelah Bulan terbenam sampai jelang fajar.
17 November – Hujan Meteor Leonid
Dulu hujan meteor Leonid pernah tampak luar biasa dengan badai meteornya, akan tetapi sekarang hujan meteor Leonid hanya menyisakan 15 meteor per jam saat puncak. Puncak hujan meteor dengan ratusan meteor per jam hanya terjadi 33 tahun sekali dan yang terakhir terjadi tahun 2001. Hujan meteor Leonid berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle dan akan tampak dari rasi Leo si singa. Rasi Leo terbit tengah malam dan Bulan masih dalam kondisi cembung besar di langit malam. Cahayanya masih cukup terang bagi para pemburu hujan meteor. Tapi pengamatan bisa dimulai lewat tengah malam sampai fajar.
14 Desember – Hujan Meteor Geminid
Hujan meteor Leonid, salah satu hujan meteor yang layak ditunggu mengingat puncaknya bisa menghadirkan 120 meteor per jam. Sayang beribu sayang, puncak Hujan Meteor Geminid tahun 2016 bertepatan dengan Bulan Purnama dan bulan baru dua hari meninggalkan titik Perigee atau titik terdekatnya dengan Bumi. Artinya lagi, Bulan akan tampak lebih terang dari biasanya. Dan ini akan jadi masalah bagi para pemburu meteor. Kalau kamu sangat ingin menikmati Hujan meteor Geminid saat Bulan purnama di perigee, carilah lokasi yang minim polusi cahaya sehingga hanya sinar purnama yang jadi cahaya di langit. Dan tunggulah hujan meteor. Kamu juga bisa menikmati wajah Bulan dan melihat kawah-kawahnya. Siapa tahu kamu cukup beruntung untuk melihat atau memotret meteor yang melintas. Rasi Kembar Gemini akan terbit jam 8 malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar